Rabu, 04 September 2013
SUDIN KEBUDAYAAN DKI GELAR, LOMBA REBANA MARAWIS [AGAMA DAN PENDIDIKAN]
Untuk lebih memasyarakatkan rebana marawis sekaligus memberikan apresiasi bagi turis dalam dan luar negeri, Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Pusat bersama Gelanggang Remaja Jakarta Pusat Kebon Jahe, menggelar Lomba Marawis. Kegiatan yang berlangsung dua hari Selasa-Rabu (15-16/7).
Kepala Seksi Pembinaan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Pusat Neneng Kurniasih menjelaskan, bentuk kesenian marawis selain menghibur juga merupakan kesenian yang menampilkan lagu dengan lirik memuji keagungan Allah SWT.
Masyarakat ibukota yang religius menurutnya memiliki ragam budaya, termasuk rebana marawis yang dikenal luas di masyarakatnya. Melalui lomba yang diselenggarakan kali ini, diharapkan mampu memberikan apresiasi di masyarakat sekaligus menjadi suguhan baik bagi turis dalam negeri maupun turis mancanegara.
"Usaha memasyarakatkan rebana marawis diharapkan dapat memperkukuh keberadaan kesenian tersebut," paparnya sambil mengemukakan, menyadari fungsinya sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan moral relegiusitas Islam rebana marawis memiliki tempat tersendiri di masyarakat muslim.
Neneng Kurniasih yang menjadi ketua panitia kegiatan kali ini menjelaskan, sebagai bentuk kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan kota yang metropolis, usaha memasyarakatkan rebana marawis memiliki arti strategis. Bersamaan dengan itu usaha melestarikan di tengah kehidupan global akan sangat berarti bagi kelangsungan kesenian tersebut.
"Usaha memasyarakatkan dan sekaligus upaya melestarikan rebana marawis merupakan program strategis yang layak guna menyeimbangkan diri di tengah arus global kesenian pop," paparnya sambil mengungkapkan, selain itu keberadaannya diharapkan mampu tumbuh dan berkembang mengisi sentra-sentra kesenian di masyarakat.
Lembaga pendidikan Islam lanjutnya, akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya kesenian khas di masyarakat muslim ini. Madrasah dan pesantren termasuk kelompok pengajian menjadi tempat persemaian yang subur bagi berbagai bentuk kesenian di masyarakatnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar