Kamis, 05 September 2013
JANGAN CUMA KE PRJ, COBA FESTIVAL PASSER BAROE JUGA, BRO !
Dalam rangka perayaan HUT Jakarta, melanjutkan tradisi Festival Passer Baroe yang diadakan setiap tahun sejak tahun 1999, maka pada Tahun 2013 ini Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat kembali menggelar Festival Passer Baroe untuk yang ke -15 kalinya.
Tujuan diadakannya Festival Passer Baroe adalah untuk meningkatkan popularitas Kawasan Pasar Baru sebagai Kawasan Wisata Budaya dan Belanja Legendaris di Jakarta, mewadahi apresiasi seni dan kewirausahaan masyarakat melalui penampilan acara-acara kesenian, bazaar dan aneka lomba, serta untuk menjalin keakraban multi kultur warga Jakarta, khususnya pada Kawasan Pasar Baru.
Festival Passer Baroe 2013 diawali hari Jumat pukul 14.00 – selesai, dengan acara lomba dayung dari Suku Dinas Olahraga dan panggung hiburan dari Suku Dinas Kebudayaan. Hari Sabtu dan Minggu, 15-16 Juni 2013, Jalan Antara diramaikan oleh bazaar craft dan kuliner dari 5 kelurahan di Kecamatan Sawah Besar, UKM dan komunitas lingkungan.
Di Sabtu siang hingga sore akan menampilkan parade band yang pastinya menghibur pengunjung, diantaranya, Asmaraz, Panassa, FingerCross, Mavico, NaStar, Pyramid dll. Di jembatan Pasar Baru dibangun panggung hiburan dimana pada malam Minggu ada peragaan busana oleh Abang None Jakarta Pusat, pertunjukan kolaborasi alat musik angklung dengan alat musik tradisional Tionghoa, tari India, lagu-lagu dari Shakuntala Singer (2 biduanita yang kerap konser ke mancanegara), dan pertunjukan Wayang Betawi pimpinan Bapak Tizar Purbaya.
Minggu Pagi, festival diramaikan oleh lomba mewarnai dan menggambar ondel-ondel untuk anak-anak TK – SMP. Yang unik disini, mereka juga dapat menghias hasil karyanya dengan kolase, renda, kancing, dsb; layaknya mendesain pakaian.
Pada sore harinya, ada lomba cosplay. Lomba busana hero, tokoh kartun dan tokoh legenda dan atau pewayangan. Dimana pesertanya tidak hanya diminta berlenggak-lenggok di catwalk/panggung, melainkan juga memperagakan gerak/lagu yang dapat memperkuat karakteristik sang tokoh yang dibawakan, dan dapat bercerita tentang tokoh tersebut. Lomba-lomba yang diselenggarakan ini bertujuan mewadahi semangat kreatif dan melatih anak berjuang dalam mencapai cita-citanya.
Selain lomba untuk anak-anak dan remaja, penyelenggara juga akan memberikan penghargaan kepada peserta stand pameran/bazaar terbaik, serta partisipan seni dan partisipan komunitas terbaik pada akhir acara.
Keseluruhan acara Festival Passer Baroe dikemas dengan memadukan unsur pelestarian dan pengembangan budaya, pendidikan serta hiburan yang akan sangat bermanfaat bagi pengunjung yang hadir. Selama dua hari, Passer Baroe akan diramaikan oleh pertunjukan musik dan tarian, tenda bazaar, pameran produk kreatif komunitas, dan area khusus bertema Batik Betawi. Koridor utama Passer Baroe dan toko-tokonya akan berhias diri dan menggelar diskon besar-besaran (partisipasi dalam Jakarta Great Sale).
Penyelenggaraan Festival Passer Baroe secara rutin seperti ini diharapkan dapat menjadi ajang community gathering yang mempererat harmonisasi pelaku usaha, pelaku seni, pemerintah setempat dan masyarakat umum+wisatawan di lingkungan Passer Baroe dan Jakarta pada umumnya, dalam satu semangat kebhinekaan yang sportif, sama-sama menguntungkan, sama-sama senang, tetap toleran dalam memelihara kearifan lokal (adat budaya) masyarakatnya yang beragam.
JALAN-JALAN KE FESTIVAL MONAS, YUK!
Sebagai ajang mempromosikan kebudayaan dan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Monas ke-50, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Monas 2011 di Lapangan Futsal Monas dari tanggal 16-18 September.
“Ajang ini merupakan suatu wadah dalam mempromosikan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-50 Monas,”
Terdapat stan pameran museum, parade band dari berbagai kelompok dan atraksi permainan tradisional anak Betawi. Selain itu, acara yang telah digelar ketiga kalinya ini juga ada 11 stan yang berisi promosi budaya dari luar Jakarta seperti Bekasi, Pontianak, Garut, Bandung, dan Surabaya.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Sudin Kebudayaan Jakarta Pusat, Rusli Agus, mengatakan Festival Monas tahun ini juga diikuti oleh Komunitas Korea dan atraksi permainan tradisional anak juga merupakan sesuatu yang baru dari Festival Monas ini.
Dalam acara ini setidaknya ada 25 stand pameran, parade band dari berbagai kelompok hingga permainan. Menurut Rusli biasanya pengunjung Monas pada malam Minggu lebih banyak daripada hari biasa.
“Ini dimaksudkan juga agar dapat menjadi hiburan bagi masyarakat Jakarta yang kerap datang ke Monas pada malam Minggu,” ujar Rusli.
Meski acara sudah dimulai pagi tadi, Jumat (16/9) sekitar pukul 09:00 WIB, namun acara ini baru akan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo, Sabtu (17/9) sekitar pukul 19:00 WIB.
FESTIVAL PASSER BAROE MERIAHKAN HUT JAKARTA KE - 486
Berbagai kegiatan digelar menyambut peringatan HUT ke-486 Kota Jakarta.
Di Jakarta Pusat, kegiatan bakal menarik minat pengunjung, Festival Passer Baroe, 14-16 Juni 2013.
Menampilkan berbagai kesenian maupun kuliner khas Betawi serta bazar murah.
Festival Passer Baroe akan diikuti 30 stand mulai dari Jl Antara hingga kawasan Pasar Baru.
Mengapresiasi seni buda Betawi dan kewirausahaan. Juga mempromosikan kawasan Pasar Baru, pusat perbelanjaan legendaris.
“Festival untuk meningkatkan popularitas kawasan Pasar Baru sebagai kawasan wisata budaya dan belanja legendaris di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat,” ujar Salma Talalu, Kasie Peran Serta Masyarakat Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013).
Rabu, 04 September 2013
FESTIVAL NASYID 2013 SE DKI JAKARTA
Tahun 2013 ini, kembali ANN DKI JAKARTA kembali berkerjasama dengan Suku Dinas Pariwisata Jakarta Selatan, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Utara, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Barat, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI JAKARTA Menyelenggarakan : Festival Nasyid 2013 se DKI JAKARTA (Dalam Rangkaian Kegiatan Festival Nasyid, Marawis dan Qosidah).
Jika teman-teman yang sudah mempunyai group nasyid beranggotakan 4-7 orang dengan rentang usia 15-30 tahun dan berdomisili/punya basecamp/sanggar atau mewakili Sekolah/Pesantren/Kampus di Wilayah DKI Jakartaberada di DKI Jakarta ingin mengikuti kegiatan ini, syaratnya gampang banget kok, cukup isi form pendaftaran dan kirim ke panitia di masing-masing wilayah.
Personel grup bisa terdiri terdiri dari Pria, Wanita atau Kolaborasi dengan membawakan lagu pilihan :
1. Kami Harus Kembali (Izzis)
2. Nasehat Taqwa (Hawari)
3. ABG (JV)
4. Muhasabah Cinta (Edcustic)
PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN LOMBA :
Wilayah Jakarta Selatan
Tgl Pelaksanaan : 6-8 Mei 2013
Tempat : Aula Buya Hamka Masjid Al-Azhar Kebayoran
CP. Bandar (085313384605)
Wilayah Jakarta Barat
Tgl Pelaksanaan : 15-16 Mei 2013
Tempat : Balai Latihan Kesenian (BLK) Cengkareng
CP. Setya (082110252136)
Wilayah Jakarta Pusat
Tgl Pelaksanaan : 18-19 Mei 2013
Tempat : Aula Walikota Jak-Pus
CP. Rizqi (081282002869)
Wilayah Jakarta Timur :
Tgl Pelaksanaan 28-29 Mei 2013
Tempat : Gedung Wanita BKOW Duren Sawit
CP. Arif (085814743933)
Wilayah Jakarta Utara
Tgl Pelaksanaan : 4 Juni 2013
Tempat : Jakarta Islamic Centre (JIC) Plumpang
CP. Fahri (085691746094)
—PENDAFTARAN GRATIS —
Dewan Juri :
Guru Besar/Dosen Musik UNJ/IKJ, Pers, ANN DKI Jakarta, Musisi Nasyid Jakarta dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta
Rebut Hadiah Pembinaan Rp.±20Juta u/ seleksi Msg2 Kotamadya dan Rp. ±50Juta u/ tk Final Provinsi.
Info selengkapnya cek FB : Ann Dki Jakarta. @ann_dkijkt. Atau hub Call Centre Ann Dki Jakarta di 02144706744 (Call Only)
FESTIVAL TEATER JAKARTA 2011 KEMBALI DIGELAR
Sebanyak 14 grup teater terbaik dari lima wilayah Jakarta akan unjuk kebolehan dalam Festival Teater Jakarta 2011. Acara yang merupakan final dari seleksi di tingkat wilayah ini akan menyuguhkan hasil pergulatan dan pencapaian artistik masyarakat teater ibukota. Ajang kompetisi para teaterawan Jakarta ini terselenggara sejak 1973, dan masih bertahan sampai hari ini.
Tahun ini FTJ yang akan dilaksanakan untuk ke-39 kalinya mengambil tema “Membaca Aku, Membaca Laku” sebagai platform pembentukan potensi teaterawan ibukota. Festival teater yang diprakarsai Wahyu Sihombing, didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta dan Gubernur Jakarta Ali Sadikin, akan dikemas dengan sejumlah mata acara lain. Festival Teater Jakarta 2011 akan dilaksanakan mulai tanggal 29 November sampai dengan 14 Desember 2011 di beberapa tempat pertunjukan yang ada di Jakarta.
Dalam perkembangannya FTJ telah menjadi barometer pemetaan perkembangan teater di kota Jakarta. Peserta FTJ adalah kelompok-kelompok teater yang terorganisasi dalam 5 (lima) asosiasi perteateran wilayah kota administrasi se-DKI Jakarta. Asosiasi ini berkoordinasi erat dengan Suku Dinas Kebudayaan di lima wilayah Jakarta. Tidak saja berkordinasi dalam pelaksanaan FTJ di wilayah (babak penyisihan), tetapi juga dalam kegiatan perteateran sepanjang tahunnya.
Adapun mata acara pendukung FTJ 2011 adalah Pasar Drama, Warung Kepulauan Seribu, Diskusi Tematik, Peluncuran Buku, Pemutaran Dokumentasi Video Teater dan penerbitan majalah teater.
Diskusi tematik yang akan dilangsungkan adalah:
1. “Perkembangan Pengaruh Seni Rupa dalam Artistik Panggung Seni Pertunjukan Kini”, dengan pembicara utama Teguh Ostenrik dan pembicara lainnya Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung (Grup Terbaik Indonesia versi Majalah Tempo), Titarubi (Seniwati dari Yogyakarta) dan Jompet (Penata Artistik dari Teater Garasi Jogjakarta)
2. “Perkembangan Lanskap Seni Pertunjukan di Jakarta dan Pengaruhnya pada Kehidupan Teater Indonesia”, dengan pembicara seperti Goenawan Mohamad, Arie Budiman, dan Riri Riza.
3. Manajemen Teater Komunitas dengan pembicara seperti RM Sandyawan Sumardi dari Ciliwung Merdeka, Arief Yudhi dari Jatiwangi Art Factory-Bandung, Wahyu Susilo dari Sanggar Akar, Iman Soleh dari Komunitas CCL-Bandung.
4. “Manajemen Seni Pertunjukan”, dengan pembicara seperti Mira Lesmana dari Miles Production, Ratna Riantiarno dari Teater Koma, Faiza Marzoeki dari Institut Ungu.
Sementara peluncuran buku dan diskusi dengan acara sebagai berikut :
1. Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal karya Fandy Hutari (Penerbit Insist Press) dengan pembicara Jakob Sumardjo, Budayawan berdomisili di Bandung, dan Bisri Effendi, Antropolog LIPI.
2. Kitab Teater karya Nano Riantiarno (Penerbit Grasindo) dengan pembicara Niniek L. Karim dan Didi Petet
Dewan Juri yang akan menilai penampilan 14 kelompok FTJ 2011 adalah Putu Wijaya, N. Riantiarno, Benny Johanes, Dindon WS dan Afrizal Malna. Dewan juri akan memilih kelompok yang berhak atas 11 penghargaan meliputi Grup Terbaik I, II dan III, Sutradara Terbaik, Tata Artistik Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik, Aktor dan Aktris Pembantu Terbaik, Tata Musik Terbaik dan Naskah Drama Asli Terbaik.
Pembukaan FTJ 2011 akan diselenggarakan pada tanggal 29 November 2011 bertempat di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki dengan menampilkan kelompok Wayang Kampung Sebelah. Sedangkan penutupan akan dilaksanakan pada 14 Desember 2011 di Gedung Kesenian Jakarta dengan menampilkan sandiwara Pettapuang. Pada setiap harinya akan dilaksanakan satu pertunjukan peserta FTJ dan beberapa acara pendukung. Adapun tempat pertunjukkan yang akan digunakan selama FTJ berlangsung adalah:
1. Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk acara pembukaan FTJ 2011
2. Salihara, Jl. Salihara No 16 Jakarta Selatan
3. Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jl Kabel Pendek Cempaka Putih Jakarta Pusat
4. Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta
5. Gelanggang Remaja Jakarta Barat, Jl Dr Semeru Raya No 1 Grogol Jakarta Barat
6. Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, Jl Bulungan Raya No. 1 Jakarta Selatan
7. Lapangan Student Centre Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl Ir. H. Juanda No 95 Ciputat
8. Gedung Kesenian Jakarta, Jl Gedung Kesenian No 1 Jakarta Pusat yang akan digunakan untuk acara penutupan sekaligus pengumuman pemenang FTJ 2011
JADWAL PENTAS FESTIVAL TEATER JAKARTA 2011
1. Rabu, 30/11/2011 | Stage Corner Community "Techno Ken Dedes" | Dadang Badoet Salihara
Pkl. 19.30 WIB Dadang Badoet Jl. Pasar Minggu No. 16 Jakarta Selatan
2. Kamis, 01/12/2011 | Teater Sketsa "Malam Jahanam" | Ujang GB Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Motinggo Boesje Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
3. Jum'at, 02/12/2011 | Teater Merah Maroon "Gubenur Nyentrik" | Tmr Joule Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Agustian T Syam Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
4. Sabtu, 03/12/2011 Teater Anam "Roman" Herman A Rasyid Teater Luwes IKJ
Pkl. 19.30 WIB Herman A Rasyid Jl. Cikini Raya No.73, Jakarta Pusat
5. Minggu, 04/12/2011 Teater Popcorn "Bongkar" Diding 'B' Zeta Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Diding 'B' Zeta Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
6. Senin, 05/12/2011 Teater Mode "Kereta Kencana" Erent Mode Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Eugine Eunisco Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
7. Selasa, 06/12/2011 Teater Pangkeng “Bek" Yamin Azhari Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Yamin Azhari Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
8. Rabu, 07/12/2011 Teater Fitrah "Telah Pergi Ia, Telah Kembali Ia" Jumala Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Arifin C. Noor Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
9. Kamis, 08/12/2011 Study Teater 24 "Hah" Rizal Nasti Gelanggang Jakarta Barat
Pkl. 19.30 WIB Putu Wijaya Jl. Dr. Nurdin IV, No. 1, Grogol, Jakarta Barat
10. Jumat, 09/12/2011 Teater Ghanta "Pesta Sampah" Yustiansyah Lesmana Salihara
Pkl. 19.30 WIB Yustiansyah Lesmana Jl. Pasar Minggu No. 16, Jakarta Selatan
11. Sabtu, 10/12/2011 Teater El Nama "Kapai-Kapai" Echo Chotib Lapangan SC UIN
Pkl. 19.30 WIB Arifin C. Noor Jl. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
12. Minggu, 11/12/2011 Teater Nonton "Te(n)tangga(ng)" Diky Soemarno Gelanggang Jakarta Selatan
Pkl. 19.30 WIB Diky Soemarno Jl. Bulungan, Jakarta Selatan
13. Senin, 12/12/2011 Teater Indonesia "Jerit Tangis di Malam Buta" Budi Ketjil Gedung Kesenian Jakarta
Pkl. 19.30 WIB Rolf Laughner Jl. Gedung Kesenian No. 1, Jakarta Pusat
14. Selasa, 13/12/2011 Teater Amoeba "Tikus dan Manusia" Joind Bayuwinanda Gedung Kesenian Jakarta
Pkl. 19.30 WIB John Steinbeck Jl. Gedung Kesenian No. 1, Jakarta Pusat
Festival Teater Jakarta 2011 terselenggara atas kerjasama Komite Teater-Dewan Kesenian Jakarta, asosiasi-asosiasi teater di Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Suku Dinas Kebudayaan di lima wilayah DKI Jakarta, juga didukung oleh Djarum Bakti Budaya. Acara ini terbuka untuk umum.
MENGENAL BUDAYA BETAWI DI SETU BABAKAN
Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke- 484, sungguh sangat meriah. Dirayakan di setiap sudut kota Jakarta. Budaya Betawi sangat kental di bulan Juni ini. Mulai sibuknya pengusaha ondel-ondel, hingga pedagang makanan khas Betawi, kerak telor. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan HUT Jakarta dari jauh-jauh hari.
Pengurus Lembaga Pengelola Kesenian Betawi, dr. H. Sibroh Malisi mengatakan, semakin tua usia kota Jakarta, semakin unik pula kotanya. Mulai dari jumlah penduduk yang semakin meningkat, masalah krusial yang kerap mendatangi kota Jakarta, seperti macet, tawuran antar pelajar, banjir, dan masalah-masalah lainnya. Meski begitu, banyak juga penduduk kota lain yang datang ke Jakarta. Dengan kata lain Jakarta mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat penduduk kota lain untuk berpindah ke kota yang krusial akan masalah ini.
Di Kampung Betawi atau lebih sering didengar Setu Babakan, juga tak ketinggalan merayakan hari jadi Jakarta. Biasanya, di sini mengadakan acara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, gratis untuk pengunjung. Khusus untuk HUT Jakarta, malam sebelumya (21/6), di Setu Babakan mengadakan acara syukuran, berdoa , serta kegiatan yang lain untuk masyarakat Jakarta, para pemimpin terdahulu.
Tema HUT Jakarta kali ini adalah Lingkungan Hidup dan Kepedulian Masyrakat. Acara digelar dari pagi hari hingga sore. Di Setu Babakan menggelar musik khas Betawi, semacam marawis. Selain itu ada lomba Seni Lukis Betawi atau Kaligrafi. Dan terakhir ada pertunjukan lenong dari beberapa sanggar yang sudah dikoordinir untuk tampil.
Antusiasme masyarakat sendiri yang datang ke sini semakin banyak setiap harinya. Bahkan ada Program Pemerintah Daerah Wajib Kunjung. Untuk tingkat TK, SD, SMP, SMA. Bahkan dari beberapa negara, adanya korelasi untuk bersosialisasi atau mengenal budaya. Setu Babakan akan menyediakan tempat untuk kerajinan tangan, seperti pembuatan ondel-ondel. Selain itu, juga kita bisa belajar membuat kerak telor, bir pletok, dan khas Betawi lainnya.
Tidak hanya masyarakat yang bertanggung jawab untuk melestarikan budaya Betawi, tetapi juga Gubernur, sesuai dengan UUD 1945 No. 29 Tahun 2007 Pasal 26 Ayat 6 “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat Betawi serta melindungi berbagai budaya masyarakat daerah lain yang ada di daerah Provinsi DKI Jakarta.”
dr.Sibroh mengatakan, harapan ke depan untuk Jakarta adalah pertama, kesenian Betawi dan pelaku seni Betawi tidak hanya hidup di bulan Juni saja. Kedua, PemDa dan Pemerintah Pusat seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebudayaan Betawi. Karena tidak hanya di bulan Juni saja berpendapatan tinggi. Ada beberapa kegiatan di Jakarta yang bisa mengundang pendatang dari luar dengan cara memanggil pemusik, pelaku seni, maupun permainan yang menghibur. Itu juga bisa menambah nilai ekonomi mereka.
Menurutnya, Budaya Betawi bisa berjalan bila ada 4 unsur, yaitu Pemerintah, LSM, Pengembang, dan Sarana. “Jika semua ada namun sarana tidak ada, maka tidak akan bisa berjalan.” tutupnya.
APRESIASI SENI DAN BUDAYA BETAWI OLEH SUDIN KEBUDAYAAN & PARIWISATA
Sekitar 300 pelajar SLTP (Sekolah lanjut Tingkat Pertama) baik SLTP Negeri atau pun Swasta hadir dalam acara Apresiasi Seni dan Budaya Betawi Bagi Pelajar tahun 2013, yang berlangsung pada Selasa, 14 Mei 2013 di Sanggar Anak Akar. Sanggar yang beralamat di Jln. Inspeksi Saluran Jatiluhur Kel. Cipinang Melayu kota Jakarta Timur ini merupakan salah satu komunitas yang dinilai berhasil mengumpulkan dan melatih anak-anak dari kalangan ekonomi menengah kebawah untuk memiliki kemampuan berkesenian.
Dalam acara yang di gelar oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, sanggar ini pun ikut seta menampilkan tarian khas Betawi “Lenggang Nyai” serta tarian lainnya. Acara ini merupakan pertunjukkan seni dari kampung ke kampung yang gagasi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang biasa di sebut “Jokowi”
Dalam acara ini, Arie Budhiman yang merupakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pun turut hadir dalam acara ini. Ia menuturkan bahwa “acara seperti ini merupakan Kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta (Jokowi) untuk mengaktivitasi para pelaku seni, khususnya Seni Tradisonal Betawi yang merupakan Kesenian asli Ibukota Indonesia”.
Tak hanya itu, dalam sambutan Arie Budhiman pun Beliau mengungkapakan bahwa ”Kampung seperti ini punya memiliki pelaku seni dan budaya yang memiliki potensi, sehingga kami beri memberikan dorongan agar menjadi oase budaya, kota ini perlu penyejuk, untuk itu kita mencoba memperkenalkan Budaya Betawi ini ke generasi muda, bagaimana mereka bisa ikut berparitisipasi aktif dalam kesenian dan budaya”.
Dengan adanya acara , diharapkan anak penurus bangsa kita bisa mengenal lebih jauh tentang Budaya dan Seni Tradisional Indonesia. Selain itu pun beliau (Arie Budhiman) berharap sanggar seperti Sanggar Anak Akar pun bisa terus berkembang dan tidak vakum untuk tetap melestarikan Seni Tradisonal Betawi, baik itu Gambang Kromong, Tari Betawi, Lenong, Cokek ataupun kesenian lainnya. Ia pun berharap pula agar para pelaku seni dapat terus eksis iku melestarikan Kesenian Tradisional Betawi.
AJANG KREASI KEBUDAYAAN PADA FESTIVAL JALAN JAKSA
Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-68 , Suku dinas pariwisata Jakarta Pusat menyelenggarakan “ Festival Jalan Jaksa, 23 - 25 Agustus 2013 “ . acara yang akan di selenggarakan Jl Jaksa, dengan harapkan akan dikunjungi oleh masyarakat Jakarta sekitarnya serta wisatawan asing, dengan target sekitar 3.000 pengunjung.
Festival kali ini mengusung thema “Ade Ape nih di Jl. Jaksa “ papar Triyugo, selaku Kepala Sudin Pariwisata Jakarta Pusat, rencananya, festival akan dimulai pukul 19.00, dan rencananya akan dibuka secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. "Festival ini merupakan hajatan walikota , yang memberikan dampak ganda bagi kepentingan institusi dan industri Jakarta Pusat. Kita harapkan dengan acara ini sektor pariwisata di DKI Jakarta khususnya Jakarta Pusat akan lebih maju," papar Triyugo, kari ini (22/8/2013).
Saat ditanya awak media kenapa memilih Jl. Jaksa, beliau memaparkan, Jl Jaksa selama ini dikenal sebagai tujuan wisatawan mancanegara di Jakarta Pusat. Citra yang terbangun serta dengan diadakannya Festival Jalan Jaksa menjadi elemen penting dalam penunjang, yang berasal dari masyarakat sekitar Jl Jaksa dan dapat terus memikat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Ditambahkan Triyugo, dalam perayaan Festival Jalan Jaksa kali ini, pihaknya akan menampilkan kegiatan seperti, seni pertunjukan musik, teater, tarian, pameran sejarah dan budaya Jakarta, dengan menampilkan ilustrasi disepanjang lorong jalan yang disertai eksebisi mini seni rupa.
Disamping itu akan ada penampilan permainan rakyat serta aneka lomba, dan layar tancep yang menyuguhkan film - film sang legendaris kota Jakarta Benyamin S. " dan tak kalah menariknya dalam acara ini ada bazaar dan jajanan rakyat dengan harga yang sangat terjangkau, paparnya
IRIANA JOKOWI BUKA FESTIVAL RAMADHAN JAKARTA PUSAT
Dalam upaya mensyiarkan seni budaya Islami pada masyarakat luas, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, melalui Sudin Kebudayaan Jakpus bertempat di Halaman Kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat digelar Festival Ramadhan 2013, acara yang juga dibarengi dengan Bazar ibu-ibu PKK serta Produk Binaan Sudin Koperasi,UMKM dan Perdagangan Jakpus tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Hj Iriana Jokowi yang juga didampingi Veronica Basuki Tjahja Purnama serta Ketua TP PKK Jakpus Hj Rosmiati Saefullah dan Walikota Jakpus H Saefullah.
Walikota Jakarta Pusat Drs.H Saefullah, M.Pd disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa Festival Ramadhan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, bersama Tim Penggerak PKK dan diharapkan akan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat pada seni Islami.
Kegiatan dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini, yang juga dibarengi dengan pemberian santunan pada anak-anak yatim serta Anak Jalanan dan didukung Bazar Kebutuhan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, juga diharapkan dapat membantu warga Jakarta Pusat dalam menyiapkan Idul Fitri serta akan mampu membangun kepedulian sosial antar sesama, ungkap H Saefullah.
Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs Sunarto MM juga menambahkan, bahwa Festival Ramadhan kali ini akan diikuti dengan Berbagai lomba-lomba seni Islami yang diikuti oleh para pelajar dan masyarakat seperti lomba Marawis, Qasidah serta Nasid, demikian juga masyarakat umum juga bisa mengikuti lomba Membaca Alquran, serta pidato bahasa arab, sehingga kecintaan masyarakat akan berbagai seni islami terus meningkat. Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk pembinaan pada generasi muda maupun organisasi kesenian yang ada di Jakarta Pusat, dengan pergelaran seni islami ini juga diharapkan akan dapat membawa kesejukan pada mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, tambahnya.
Sementara Kasudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jakarta Pusat Slamet Widodo juga menegaskan bahwa Bazar Ramadhan kali ini disamping diikuti oleh Kelompok PKK tingkat Kecamatan juga diikuti oleh kelompok usaha kecil dan menengah binaan Sudin Koperasi dan UMKMP, berjumlah 20 stan, demikian juga dunia usaha seperti Alfamaret dan Indomaret yang menjual dengan paket murah, melalui CSR-nya, mereka menjual dengan murah karena mereka hanya menjual harga pokok, sehingga masyarakat akan terbantu dalam memenuhi kebutuhannya, paparnya.
KAMPUNG SETU BABAKAN MENUJU PUSAT KEBUDAYAAN BETAWI
Daerah Setu Babakan di kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan sejak tahun 2000 telah ditata dan ditetapkan Pemerintah DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Terletak di lahan seluas 289 hektare, area ini mencakup empat rukun warga (RW) dan 50 rukun tetangga (RT).
Bagian inti Perkampungan Budaya Betawi ini memiliki luas 4.000 meter. Di dalamnya terdapat teater terbuka yang biasanya digunakan untuk menggelar pertunjukan seni budaya. Juga ada rumah Betawi, mushala, dan wisma yang dapat digunakan untuk menggelar acara. Sayangnya, karena rumah Betawi yang ada di sini adalah milik pribadi warga, maka pengunjung hanya dapat menikmati bagian luarnya.
Kegiatan berlatih kesenian khas betawi di sini berlangsung dari hari Selasa sampai Minggu, kegiatan berkesenian tersebut tidak hanya khusus untuk warga sekitar, juga terbuka untuk seluruh warga Jakarta. Untuk latihan tari, biasanya dilakukan pada hari kerja di sore hari sedangkan latihan silat setiap hari Minggu pagi.
Setiap hari Minggu pagi, di tempat ini juga selalu digelar pertunjukan khas Betawi, seperti Lenong ataupun permainan musik Gambang Kromong. Para pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan ini secara gratis di Teater Terbuka.
“Kunjungan meningkat setiap tahunnya, kini tempat ini dapat dikunjungi hingga ratusan ribu pengunjung dalam satu tahun. Karena ini wisata berkarakterisik dan berbudaya Betawi, maka diharapkan pengunjung dapat mengikuti kebudayaan Betawi,” kata Indra Sutisna, Komite Kesenian dan Pemasaran Lembaga Pengelola Perkampungan Budaya Betawi.
Indra menambahkan, untuk meningkatkan kedatangan pengunjung, penambahan sarana dan prasarana terus dilakukan, salah satunya dengan membangun area seluas 3 hektare dan tempat parkir yang luas.
Selain dapat menikmati dan mempelajari budaya Betawi, pengunjung dapat menikmati Setu Babakan yang menyediakan permainan air, seperti bebek air dan perahu kecil. Sajian kuliner khas Betawi, seperti kerak telor, bir pletok, dan toge goreng pun siap disantap di pinggir danau. Bahkan, jika datang di saat yang tepat, Anda dapat melihat pembuatan ondel-ondel, dodol Betawi, dan bir pletok langsung dari tempatnya.
Rencana Pengembangan Setu Babakan
Tapi nanti, satu atau dua tahun ke depan, Anda dapat mengunjungi satu tempat yang benar-benar menjadi tempatnya budaya Betawi.
Hal ini diketahui dalam suatu acara beberapa waktu lalu yang dihadiri Direktur internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dyah Haryanti.
Ibu Dyah menyebutkan, “50 persen dari penduduk di sini masih asli Betawi. Jadi kita harapkan juga bersama pemerintah daerah melestarikan nilai-nilai yang masih bagus di budaya Betawi ini.”
“Nah kelihatannya tempat yang paling ideal untuk dipilih menjadi daerah budaya Betawi di Setu Babakan ini. Saya pernah melihat fotonya di siang hari dan itu cantik sekali, sangat natural. Semoga tempat ini dapat menjadi daerah budaya Betawi yang bisa kita pertahankan.”
Satu hal lagi yang menegaskan bahwa Setu Babakan akan menjadi daerah budaya Betawi adalah, “Katanya Pak Gubernur kemarin sudah ke sini dan Pak Gubernur juga sudah menjanjikan dalam satu atau dua tahun ini bisa terwujud Kampung Betawi di sini,” ungkap Bu Dyah lagi.
SUDIN KEBUDAYAAN GELAR NASYID QASIDAH DAN MARAWIS
Jakarta Antara Pelaksanaan Lomba Qasidah Nasyid dan Marawis (17-19/5) se Kota Jakarta Pusat merupakan wujud nyata pelestarian seni dan budaya Islam pada di masa sekarang maupun yang akan datang sekaligus apresiasi dan kecintaan terhadap budaya Islam. Dengan mencintai Budaya Islam telah memberikan ruang dan penilaian bahwa masyarakat masih memiliki standar kesadaran akan pentingnya terhadap budaya itu sendiri. Sudin Kebudyaan, dalam lomba tersebut menyediakan tropy,piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi para pemenang lomba.Sunarto mengatakan "Tidak terlalu banyak sih uang pembinaan yang akan kami berikan kepada pemenang lomba. Tapi jangan dilihat dari nominalnya, akan tetapi peserta lomba diharapkan mampu untuk terus mempertahankan prestasi yang telah diraihnya," pungkasnya Beliau berpesan agar dalam perlombaan Qasidah Marawis Nasyid ini bisa memberdayakan masyarakat dalam membantu program pemerintah serta mewujudkan para kaum pemusik rohani muslim dalam alunan musik Qasidah agar lebih maju Sementara itu salah ketua Group Qosidah Al-Aziz Pulorida yang mewakili peserta, Sargiyah mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena bertujuan untuk melestarikan budaya Islam dalam bidang seni qasidah yang saat ini mulai tergerus oleh budaya barat. “Kalau Qasidah tidak dilestarikan maka saya khawatir nanti akan ada budaya baru yang dinilai kurang baik untuk masyarakat kota Jakarta Pusat,” terang Sargiyah. Mengikuti lomba ini dengan kostum yang menarik dan serasi. Setiap tim terdiri dari 3 s.d 6 orang dan sebanyak 3 orang juri dipilih untuk memberi penilaian atas penampilan para peserta.Acara ini juga diharapkan dapat menjadi momen awal qasidah nasyid dan marawis modern dalam rangka melestarikan seni budaya Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ditambahkan supaya para peserta mempunyai jiwa sportivitas yang tinggi, “Menang Atau Kalah Adalah Hal Yang Biasa”,
FESTIVAL MONAS KEMBALI DIGELAR
Untuk mempromosikan kebudayaan Jakarta serta meningkatkan rasa bangga masyarakat DKI Jakarta terhadap Monumen Nasional (Monas), Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat kembali menggelar Festival Monas pada 16-19 September 2011 bertempat di kawasan wisata Monas.
"Ajang ini merupakan suatu wadah dalam mempromosikan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-50 Monas," kata Dewi Susanti, Plh Kasudin Kebudayaan Jakarta Pusat, kepada beritajakarta.com, Kamis (8/9).
Festival Monas akan dimeriahkan dengan kegiatan pameran budaya. Sebanyak 25 stand. 11 stand diantaranya akan diisi oleh daerah di luar Jakarta seperti Bekasi, Pontianak, Garut, Bandung, dan Surabaya.
"Tiga stand akan diisi oleh satu negara tetangga yang akan ikut dalam ajang tersebut, yaitu Korea Selatan," ujar Dewi. Sementara itu, 11 stand lainnya akan diisi oleh berbagai produk unggulan usaha kecil menengah (UKM) hasil binaan dari Sudin Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) setempat, serta museum-museum yang ada di Jakarta.
Selain itu, kata Dewi, Festival Monas tahun ini rencananya juga menampilkan berbagai permainan rakyat untuk anak-anak seperti Tak Kadal atau Gatrik dan Galasin. Untuk mengisi permainan anak-anak tersebut, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Sudin Dikdas Jakarta Pusat, agar para anak-anak tersebut bisa mengetahui dan menikmati permainan yang pernah dimainkan para orangtuanya dahulu. Kegiatan yang ditargetkan dapat menyedot sebanyak 3.000 pengunjung itu, rencananya akan dibuka pada pukul 21.00. Bagi para pengunjung yang datang juga tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis.
Dewi berharap, kegiatan tersebut selain dapat memperkenalkan budaya Jakarta dan daerah lainnya kepada masyarakat, juga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme kaum muda agar lebih mencintai budayanya sendiri, sehingga budaya asli Indonesia dapat dilestarikan. "Selain itu, juga agar keberadaan Monas yang menjadi kebanggaan warga Jakarta dapat lebih dicintai, dan kaum muda lebih mengetahui sejarah Monas dan lebih peduli," pungkas Dwi.
Sekadar diketahui, kegiatan festival Monas ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Pemkot Jakarta Pusat, melalui Sudin Kebudayaan. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang ketiga kali sejak pertama kali digelar pada 2009 lalu.
SUDIN KEBUDAYAAN DKI GELAR, LOMBA REBANA MARAWIS [AGAMA DAN PENDIDIKAN]
Untuk lebih memasyarakatkan rebana marawis sekaligus memberikan apresiasi bagi turis dalam dan luar negeri, Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Pusat bersama Gelanggang Remaja Jakarta Pusat Kebon Jahe, menggelar Lomba Marawis. Kegiatan yang berlangsung dua hari Selasa-Rabu (15-16/7).
Kepala Seksi Pembinaan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Pusat Neneng Kurniasih menjelaskan, bentuk kesenian marawis selain menghibur juga merupakan kesenian yang menampilkan lagu dengan lirik memuji keagungan Allah SWT.
Masyarakat ibukota yang religius menurutnya memiliki ragam budaya, termasuk rebana marawis yang dikenal luas di masyarakatnya. Melalui lomba yang diselenggarakan kali ini, diharapkan mampu memberikan apresiasi di masyarakat sekaligus menjadi suguhan baik bagi turis dalam negeri maupun turis mancanegara.
"Usaha memasyarakatkan rebana marawis diharapkan dapat memperkukuh keberadaan kesenian tersebut," paparnya sambil mengemukakan, menyadari fungsinya sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan moral relegiusitas Islam rebana marawis memiliki tempat tersendiri di masyarakat muslim.
Neneng Kurniasih yang menjadi ketua panitia kegiatan kali ini menjelaskan, sebagai bentuk kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan kota yang metropolis, usaha memasyarakatkan rebana marawis memiliki arti strategis. Bersamaan dengan itu usaha melestarikan di tengah kehidupan global akan sangat berarti bagi kelangsungan kesenian tersebut.
"Usaha memasyarakatkan dan sekaligus upaya melestarikan rebana marawis merupakan program strategis yang layak guna menyeimbangkan diri di tengah arus global kesenian pop," paparnya sambil mengungkapkan, selain itu keberadaannya diharapkan mampu tumbuh dan berkembang mengisi sentra-sentra kesenian di masyarakat.
Lembaga pendidikan Islam lanjutnya, akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya kesenian khas di masyarakat muslim ini. Madrasah dan pesantren termasuk kelompok pengajian menjadi tempat persemaian yang subur bagi berbagai bentuk kesenian di masyarakatnya.
Selasa, 03 September 2013
FESTIVAL BUDAYA NUSANTARA KAWASAN PERBASATAN, WUJUD JATIDIRI BANGSA
Budaya sebagai jatidiri bangsa telah ada sejak nenek moyang kita, karena seni tradisi yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun merupakan sarana hiburan yang melekat di setiap masyarakat, dan Budaya tersebut juga mampu memastikan keberadaan suatu wilayah, lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang kini menjadi bagian dari Negara Malaysia, karena Malaysia mampu menunjukkan bahwa Budaya yang berkembang diwilayah tersebut adalah budaya masyarakat Malaysia, hal tersebutlah yang melatarbelakangi Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) untuk terus melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya masyarakat yang tinggal di Perbatasan dengan Negara lain.
Beberapa Duta Besar Negara sahabat juga turut diundang untuk menyaksikan iven Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan, yang digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Hadir Tim Kesenian dari 4 Provinsi, yang wilayahnya sebagai pintu gerbang dengan wilayah negara lain, dan berada di aeral perbatasan, seperti Provinsi Kalimantar Barat, Kalimantar Timur, NTT dan Papua, papar Ketua Panitia Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan, Oetari Noor Permadi.
Untuk Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh Tim Kesenian dari Sambas, Entikong, Sangau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Timur diwakili Kabupaten Nunukan, NTT diwakili Duta Seni Atambua dan Provinsi Papua dari Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dengan kegiatan Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan yang digelar di TIM Jakarta ini, juga diharapkan Seni Budaya masyarakat Perbatasan dapat dikenal secara luas baik oleh wisatawan Domestik maupun mancanegara, karena pergelaran Seni ini juga dihadiri Duta Besar Negara sahabat, papar Oetari.
Hal senada juga diungkapkan Asisten Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Darat, BNPP, Drs Marhaban Ibrahin, M.Sc bahwa Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan ini dipelopori oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI, karena Indonesia merupakan Negara kepulauan yang tersebar dari Sabang hingga Mereuke, dan 230 Kecamatan letaknya berada di daerah perbatasan, kita ingin memperkenalkan seni budaya daerah didepan masyarakat serta Dunia melalui Duta Besar Negara sahabat, bahwa inilah budaya yang selama ini tumbuh dan berkembang pada masyarakat Indonesia di Kawasan Perbatasan, sebagai upaya promosi potensi budaya dan potensi daerah lainnya.
Dengan pergelaran seni budaya juga diharapkan akan membantu mendorong tumbuhkembangnya ekonomi di daerah perbatasan, dengan meningkatkan komitmen Pemerintah dalam membangun wilayah Perbatasan sebagai pintu gerbang Indonesia, dan melalui Seni Budaya juga diharapkan akan meningkatkan kerjasama yang baik antar Negara, tegas Marhaban Ibrahim.
MENGENAL MUSEUM WAYANG JAKARTA
Letak bangunan gedung Museum Wayang di Jl. Pintu Besar Utara No. 27. pada mulanya merupakan lokasi gereja tua yang didirikan VOC pada tahun 1640 dengan nama “ de oude Hollandsche Kerk “ sampai tahun 1732 yang berfungsi sebagai tempat untuk peribadatan penduduk sipil dan tentara bangsa Belanda yang tinggal di Batavia. Pada tahun 1733 gereja tersebut mengalami perbaikan, dan namanya dirubah menjadi “ de nieuwe Hollandsche Kerk “ dan berdiri terus sampai tahun 1808. Di halaman gereja ini yang sekarang menjadi ruangan taman terbuka Museum Wayang, di dalamnya terdapat taman kecil dengan prasasti-prasastinya yang berjumlah 9 ( sembilan ) buah yang menampilkan nama-nama pejabat Belanda yang pernah dimakamkan di halaman gereja tersebut.
Diantara prasasti tersebut tertulis nama Jan Pieterszoon Coen, seorang Gubernur Jenderal yang berhasil menguasai kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619 setelah kekuasaan P. Jayakarta lumpuh akibat pertentangan dengan Kraton Banten, Dalam tahun 1621 Heeren XVII memerintahkan Coen untuk memakai nama Batavia untuk kota Pelabuhan Jayakarta. Kota Batavia yang dibangun oleh Coen diatas puing reruntuhan Jayakarta dengan membuat suatu kota tiruan sesuai dengan kota-kota di negeri Belanda. Sebagai akibat terjadinya gempa, bangunan Gereja Belanda Baru itu telah rusak. Selanjutnya lokasi bekas Gereja tersebut dibangunlah gedung yang nampak sebagaimana sekarang ini dengan fungsinya sebagi gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co. Bagian muka museum ini dibangun pada tahun 1912 dengan gaya Noe Reinaissance, dan pada tahun 1938 seluruh bagian gedung ini dipugar dan disesuaikan dengan gaya rumah Belanda pada zaman Kompeni.
Sesuai besluit pemerintah Hindia Belanda tertanggal 14 Agustus 1936 telah ditetapkan gedung beserta tanahnya menjadi monumen. Selanjutnya dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen ( BG ) yaitu lembaga independent yang didirikan untuk tujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian.
Pada tahun 1937 oleh lembaga tersebut gedung diserahkan kepada Stichting oud Batavia dan kemudian dijadikan museum dengan nama “ de oude Bataviasche Museum “ atau museum Batavia Lama “ yang pembukaannya dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir, Jonkheer Meester Aldius Warmoldu Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer (22 Desember 1939)
Sejak pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan R.I. gedung museum ini tidak terawat. Pada tahun 1957 diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia ( LKI ) dan sejak itu nama museum diganti menjadi Museum Jakarta Lama
Pada tanggal 1 Agustus 1960 namanya disingkat menjadi Museum Jakarta. Pada tanggal 17 September 1962 oleh LKI diserahkan kepada pemerintah R.I. cq Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan pada akhirnya pada tanggal 23 Juni 1968 oleh Dirjen Kebudayaan Dep. Pendidikan dan Kebudayaan gedung museum diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta dan di gedung ini pula Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta berkantor
Sejak kepindahan Museum Jakarta (sekarang Museum Sejarah Jakarta) ke gedung bekas KODIM 0503 Jakarta Barat yang dahulunya disebut gedung Stadhuis / Balaikota, maka bekas gedung Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta kemudian dijadikan Museum Wayang. Gagasan didirikannya Museum Wayang adalah ketika Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin ketika menghadiri Pekan Wayang II tahun 1974. Dengan dukungan panitia acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta dengan para pecinta wayang, Pemerintah DKI Jakarta menunjuk gedung yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 sebagai Museum Wayang.
Sebagai pendamping Museum Wayang didirikan Yayasan Nawangi dengan H. Budiardjo sebagai Ketua Umum. Selanjutnya Yayasan menunjuk Ir. Haryono Haryo Guritno sebagai pimpinan proyek pendirian Museum Wayang. Sesudah penataan koleksi wayang selesai maka pada tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan pembukaan Museum Wayang oleh Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin. Museum Wayang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan dan Permuseuman di bidang pewayangan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Nomor 134 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
PELATIHAN SENI MUSIK SAMRAH BLK JAKPUS TINGKATKAN KUALITAS SENI
Sebagaimana tugas pokok dan fungsi Balai Latihan Kesenian Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam meningkatkan kualitas seni tradisional serta menumbuhkembangkan berbagai kesenian yang ada di Jakarta, bertempat di Museum Tekstil Jakarta menggelar Pelatihan Seni Musik Samrah tingkat dasar bagi Pelaku Seni.
Dalam sambutannya Kepala BLK Jakpus Dra Roosdiana Rachman menegaskan, bahwa keberadaan musik Samrah di Jakarta Pusat sangat sedikit dan hampir punah, oleh sebab itu dengan kegiatan pelatihan tingkat dasar ini diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas seni para pelaku, seluruh peserta agar dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari nara sumber dan untuk nantinya bisa dikembangkan serta di transformasikan di sanggar masing-masing, sehingga keberadaan Musik Samrah dapat semakin tumbuh dan berkembang lagi di masyarakat, harapnya.
Kasie Pelatihan BLK Jakpus I Wayan menambahkan, bahwa Perlatihan kali ini diikuti oleh 30 peserta dari 30 Sanggar Seni Musik Samrah diwilayah Jakarta Pusat, kalau mereka nantinya dapat mengembangkan di sanggarnya pada 10 orang, maka akan meningkatkan kualitas seni Samrah pada 300 orang, sehingga seni Samrah juga diharapkan akan semakin tumbuh dan berkembang di Jakarta Pusat, ini semua sebagaimana arahan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, oleh sebab itu BLK juga melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Sudik Kebudayaan Jakpus serta terus melakukan monitoring bagi mereka yang telah mengikuti pelatihan kesenian di BLK Jakarta Pusat, kita akan terus melakukan pembinaan sanggar-sanggar seni, termasuk Seni Tari dan Seni Musik Tradisi lainnya, paparnya.
H. SAEFULLAH SEDANG MEMBUKA FESTIVAL RAMADHAN
Dalam upaya mensyiarkan seni budaya Islami pada masyarakat luas, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, melalui Sudin Kebudayaan bertempat di Masjid Sunda Kelapa menggelar Festival Ramadhan acara tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Jakarta Pusat, H Saefullah.
Dalam sambutannya Walikota mengaku sangat mendukung upaya yang dilakukan Sudin Kebudayaan dalam mengisi kegiatan dibulan Suci Ramadhan 1432 H kali ini, dengan menampilkan berbagai seni islami seperti Marawis, Nasyid, Gambus, Qasidah serta tari-tarian Betawi, diharapkan akan dapat membawa kesejukan pada mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Dalam kesempatan terse but H Saefullah juga mengajak seluruh warga Jakarta Pusat untuk menciptakan situasi yang kondusif serta aman, dengan menyaksikan dan mengikuti lomba seni budaya Islami, diharapkan juga akan membawa kesejukan serta menumbuhkan rasa kasih sayang, sehingga terbangun rasa persatuan dan kebersamaan, dan akan berdampak pada rasa aman dan nyaman tinggal di Jakarta, pintanya.
Sementara dalam laporannya, Kasudin Kebudayaan Dra Dewi Susanti menjelaskan, bahwa Festival Ramadhan akan digelar dari tanggal 12 hingga 20 Agustus 2011, berbagai pertunjukan akan digelar seperti Nasyid, Gambus, Chambers, Qasidah, serta tari-tari bernuansa Islami, serta akan digelar lomba Marawis, Qasidah, Hifzil Quran, Fahmil Quran, serta bazaar, kegiatan ini digelar juga atas kerjasama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan Dewan Pengurus Masjid Sunda Kelapa serta Remaja Masjid, paparnya.
RIBUAN WARGA JAKARTA PADATI KEGIATAN LEBARAN BETAWI
Ribuan masyarakat Jakarta dan sekitarnya berdujun-duyun menyerbu pameran akbar tahunan yang digelar Madan Musyawarah Masyarakat Betawi (BAMUS Betawi), dengan tema “Lebaran Betawi”, berbagai pameran potensi kerajinan, makanan dan pergelaran Budaya Betawi ditampilkan diaerah Lapangan yang disulap panitia menjadi Pasar Tradisional PIK Penggilingan Jakarta Timur, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, H Fauzi Bowo.
Ketua Umum Bamus Betawi Mayjen TNI (Purn) H Nachrowi Ramli dalam sambutannya berharap dengan silaturahmi dalam acara Lebaran Betawi seperti ini, akan mampu menjadi pererat persatuan dan kesatuan masyarakat Jakarta, dan masyarakat Betawi tidak terpecahbelah, meskipun domisilinya di luar Jakarta, seperti Depok Bekasi, Tangerang dan Bogor, namun warga Betawi harus tetap satu.
Tradisi membawa hantaran juga akan terus kita lestarikan dan kembangkan, demikian juga dalam kegiatan kali ini, kita juga adakan pemberian hantaran yang berisi makanan tradisi warga Betawi, dimana dahulu yang muda wajib memberikan hantaran pada yang tua, dan dalam Lebaran kali ini seluruh Walikita akan memberikan hantaran pada Gubernur, demikian juga seluruh Ormas Betawi akan memberikan hantaran pada Ketua Umum Bamus Betawi, papar H Nachrowi.
Sementara dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta juga mengaku menyambut baik kegiatan Lebaran Betawi yang ke empat kali ini, sehingga mampu menyatukan warga Betawi sehingga warga Betawi tidak terpecahbelah, Lebaran Betawi ini juga sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya Betawi, paparnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, DR Arie Budhiman saat ditemui wartawan mengaku bersyukur akan peranserta Bamus Betawi dalam upaya melestarikan dan mengembangkan Budaya Betawi, dan iven ini juga diharapkan akan mampu mendongkrak kepariwisataan di Jakarta, kalau saat ini kebanyakan adalah warga Jakarta Timur, dengan bantuan media cetak dan elektronik diharapkan akan lebih banyak lagi warga luar Jakarta akan dating meramaikan acara Lebaran Betawi ini, demikian juga pada iven ditahun berikutnya diharapkan akan ditangkap oleh para pengelola pariwisata Jakarta untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, harapnya.
PERGELARAN MUSIK KARYACIPTA ISMAIL MARZUKI, TINGKATKAN SEMANGAT JUANG GENERASI MUDA
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Sudin Kebudayaan bertempat di Gedung Graha Budaya TIM, menggelar Konser Symphony Orchestra yang dibawakan oleh orchestra dari siswa Perguruan Cikini dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta, dengan membawakan lagu karya cipta Ismail Marzuki. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang diwakili oleh Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Sukesti Martono.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur meminta pada seluruh masyarakat Jakarta, Khususnya Pelajar yang turut menyaksikan pergelaran tersebut, agar dapat menghargai karya cipta anak bangsa sendiri, apalagi Ismail Marzuki adalah Sosok Pahlawan Kusuma Bangsa, yang dengan karya¬¬-karyanya mampu menggugah semangat juang para pahlawan, dan dengan karyanya juga telah mampu membangun citra bangsa Indonesia dimata dunia. Oleh sebab itu para Pemuda Indonesia dan para seniman, sudah saatnya untuk berkarya dengan menghasilkan karya seni yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak pada masyarakat Jakarta untuk dapat mensukseskan Pesta Demokrasi Pemilukada pada 11 Juli mendatang, dengan menggunakan hak pilihnya, dan dengan konser Symphony Orchestra IKJ dan Perguruan Cikini ini juga dapat membawa kondisi Jakarta yang lebih sejuk, sehingga Pilkada DKI dapat berjalan dengan aman dan nyaman, pintanya.
Hal senada juga diungkapkan Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs Sunarto MM, bahwa Pergelaran Symphony ini pihaknya sengaja pengundang 800 penonton Pelajar dari seluruh SMA/K se-Jakarta Pusat, guna meningkatkan apresiasi siswa pada karya cipta Ismail Marzuki, oleh sebab itu pergelaran yang seharusnya digelar Malam hari, namun kali ini kita gelar sore hari, agar para siswa SMA/K dapat menyaksikan dan menikmati karya seniman besar Ismail Marzuki, yang juga putra asli Jakarta (Betawi). Sehingga mereka akan semakin cinta karya seni bangsa sendiri, serta mampu menghargai karya cipta, khsususnya karya Ismail Marzuki.
Dengan mereka hadir bersama menikmati karya seni, Pemkot Jakarta Pusat juga berharap agar para pelajar dapat saling bersilaturahmi, saling mengenal sehingga mampu menghilangkan hal-hal yang kurang baik seperti tawuran,dengan lagu-lagu perjuangan juga diharapkan semangat juang para pemuda akan terus tumbuh, dan nilai-nilai kejuangan juga tertanam pada para siswa-siswi, untuk berjuang tanpa pamrih bagi pembangunan bangsa saat ini, pinta Sunarto.
Senin, 02 September 2013
TARI KOLOSAL HAJI ENTONG GENDUT DIPERGELARKAN DI ANJUNGAN DKI TMII
Saat ini mungkin tidak banyak yang tau, sosok Haji Ntong Gendut yang telah rela berkorban melawan penjajah Belanda dari kesewenang-wenangan, oleh sebab itu dalam upaya lebih memperkenalkan pada masyarakat luas, khususnya warga Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, melalui Anjungan DKI Taman Mini Indonesia Indah, menggelar Pertunjukan Tari Kolosal dengan judul “Haji Entong Gendut Dalam Cerita Vila Nova Kampung Gedong”.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, DR Arie Budiman saat dimintai tanggapan akan pergelaran tersebut menjelaskan, bahwa Pergelaran Drama Tari Kolosal yang kini kembali digelar Dinas Parbud DKI melalui Upt Anjungan DKI TMII ini, merupakan bukti bahwa Jakarta memiliki kekayaan Seni Tradisi Betawi yang cukup baik dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Dengan dihadiri para Duta Besar Negara sahabat yang mengaku kagum, membuktikan bahwa Seni Budaya Betawi memang layak untuk dijadikan pertunjukan penunjang kepariwisataan di Jakarta, oleh sebab itu diharapkan para seniman dan seluruh UPT dilingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, untuk dapat terus menampilkan Drama Tari seperti ini ditempat lain, pinta Kadisparbud DKI.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Upt Anjungan Provinsi DKI Jakarta TMII, Arif. bahwa pergelaran ini digelar dalam upaya menggali dan mengembangkan seni budaya Betawi, disamping itu masih dalam acara liburan sekolah, juga diharapkan akan mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke TMII, serta untuk menyemarakkan HUT Kota Jakarta yang ke 485, tegasnya.
PERGELARAN EKSPERIMENTASI BLK JAKPUS, SARANA APRESIASI BUDAYA BETAWI
Setelah mengikuti pelatihan kesenian bagi pelaku seni di Balai Latihan Kesenian (BLK) Kota administrasi Jakarta Pusat, para seniman berkesempatan untuk menampilkan kreasi seninya, Pergelaran Eksperimentasi tersebut, menurut Kepala Upt BLK Jakpus, Roosdiana Rachman, merupakan sarana apresiasi Budaya Betawi yang terus tumbuh dan berkembang di Jakarta Pusat.
Pergelaran ini diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni hasil pelatihan di BLK Jakpus, untuk mengekpresikan diri melalui karya-karyanya, dimana para pelaku seni telah mengikuti Diklat khusus seni Tari dan Gambang Kromong, kolaborasi seni Tari dan Seni Musik ini juga diharapkan akan menambah kualitas seni yang dimiliki para seniman.
Materi Kegiatan merupakakn karya seni garapan baru yang menggunakan alat musik Gambang Kromong dipadukan dengan beberapa alat musik perkusi, demikian juga garapan tari yang berpijak dari tari Betawi yang dikreasi secara modern, sehingga menghasilkan karya seni yang luar biasa indahnya untuk dipertunjukkan ketengah masyarakat, papar Roosdiana.
Kasie pergelaran BLK Jakpus, Rosalina juga menambahkan, bahwa peserta pergelaran diikuti 50 orang, dengan menampilkan karya musik dan tari inspirasi sebagai tari garapan baru berjudul Nglenong, yang menggambarkan tradisi yang melekat warga Betawi, dengan tema “Pengaruh Mantra dalam perspektif Kebudayaan Jakarta”, sehingga akan menambah karya seni budaya Jakarta.
Sementara dalam sambutannya, Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, DR Tinia Budiarti seusai menyaksikan Pergelaran Eksperimentasi tersebut mengaku kagum dengan karya kreatifitas para pelaku seni tersebut, dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus mendorong serta memfasilitasi bagi para seniman di DKI Jakarta, untuk terus menggali dan mengembangkan potensi seni budaya Betawi, sebagai kesenian asli masyarakat Jakarta.
Pergelaran Eksperimentasi ini juga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas lagi untuk mengekspresikan dan mengapresiasikan kesenian para pelaku seni, dan mendorong tumbuhnya karya seni yang kreatif, inovatif dan memiliki kedalaman nilai, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas serta mampu menambah khasanah budaya nusantara, khususnya budaya Betawi, tegas Tinia Budiarti.
SUDIN KEBUDAYAAN JAKPUS ADAKAN WAJIB KUNJUNG PBB
Jakarta,
Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat mengadakan wajib kunjung Perkampungan Budaya Betawi (PBB) terhadap para pelajar tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang ada di wilayah Jakarta pusat. Sebanyak 240 pelajar dari beberapa SLTA diajak oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat berkunjung ke lokasi Perkampungan Budaya Betawi yang berada di daerah Setu Babakan Jakarta Selatan, dearah PBB ini memang sudah sebagian menjadi milik Pemerintah daerah (Pemda) DKI Jakarta yang dijadikan kota budaya, namun masih banyak lokasi yang menjadi milik warga setempat berbaur di dalam lokasi wisata budaya tersebut.
Menurut keterangan Drs Sunarto, MM selaku Kepala Suku Dinas Kebudayaan kota administrasi Jakarta Pusat, bahwa kegiatan ini sudah diinstruksikan gubernur DKI Jakarta agar menjadikan suatu kegiatan rutin tahunan guna untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada pelajar supaya bisa mengetahui dan mencintai budaya Betawi.
“Semua pelajar yang berada di wilayah DKI Jakarta wajib mempelajari budaya Betawi, agar para pelajar bisa mengetahui, mencintai dan nantinya dikemudian hari akan turut menjaga dan memelihara budaya betawi sebagai aset kekayaan bangsa kita,” demikian tutur H Fatahillah saat apel pelepasan rombongan pelajar dan Suku Dinas Kebudayaan di halaman kantor Walikota Administrasi Jakarta Pusat, Kamis (19/4) lalu.
Di lokasi wisata PBB Setu Babakan para pelajar disambut dan disuguhkan beberapa atraksi kesenian khas Betawi oleh group kesenian binaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan dan kemudian memberikan beberapa penjelasan dan pembelajaran tentang kesenian dan kebudayaan Betawi yang semakin lama semakin terpinggirkan karena masuknya budaya budaya dari berbagai bangsa.
”Kita harus tetap mempertahankan budaya kita mengingat kota Jakarta adalah pintu gerbang utama masuknya semua budaya luar, sehingga budaya kita harus siap bersaing untuk menarik perhatian bangsa lain, untuk itu tugas para generasi muda seperti kalian para pelajar ini lah nanti harus tetap mempertahankan budaya bangsa kita khususnya kesenian dan kebudayaan Betawi,” himbau Fatahillah kepada para pelajar.
Langganan:
Komentar (Atom)




















