SUDIN KEBUDAYAAN JAKARTA PUSAT
Kamis, 05 September 2013
JANGAN CUMA KE PRJ, COBA FESTIVAL PASSER BAROE JUGA, BRO !
Dalam rangka perayaan HUT Jakarta, melanjutkan tradisi Festival Passer Baroe yang diadakan setiap tahun sejak tahun 1999, maka pada Tahun 2013 ini Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat kembali menggelar Festival Passer Baroe untuk yang ke -15 kalinya.
Tujuan diadakannya Festival Passer Baroe adalah untuk meningkatkan popularitas Kawasan Pasar Baru sebagai Kawasan Wisata Budaya dan Belanja Legendaris di Jakarta, mewadahi apresiasi seni dan kewirausahaan masyarakat melalui penampilan acara-acara kesenian, bazaar dan aneka lomba, serta untuk menjalin keakraban multi kultur warga Jakarta, khususnya pada Kawasan Pasar Baru.
Festival Passer Baroe 2013 diawali hari Jumat pukul 14.00 – selesai, dengan acara lomba dayung dari Suku Dinas Olahraga dan panggung hiburan dari Suku Dinas Kebudayaan. Hari Sabtu dan Minggu, 15-16 Juni 2013, Jalan Antara diramaikan oleh bazaar craft dan kuliner dari 5 kelurahan di Kecamatan Sawah Besar, UKM dan komunitas lingkungan.
Di Sabtu siang hingga sore akan menampilkan parade band yang pastinya menghibur pengunjung, diantaranya, Asmaraz, Panassa, FingerCross, Mavico, NaStar, Pyramid dll. Di jembatan Pasar Baru dibangun panggung hiburan dimana pada malam Minggu ada peragaan busana oleh Abang None Jakarta Pusat, pertunjukan kolaborasi alat musik angklung dengan alat musik tradisional Tionghoa, tari India, lagu-lagu dari Shakuntala Singer (2 biduanita yang kerap konser ke mancanegara), dan pertunjukan Wayang Betawi pimpinan Bapak Tizar Purbaya.
Minggu Pagi, festival diramaikan oleh lomba mewarnai dan menggambar ondel-ondel untuk anak-anak TK – SMP. Yang unik disini, mereka juga dapat menghias hasil karyanya dengan kolase, renda, kancing, dsb; layaknya mendesain pakaian.
Pada sore harinya, ada lomba cosplay. Lomba busana hero, tokoh kartun dan tokoh legenda dan atau pewayangan. Dimana pesertanya tidak hanya diminta berlenggak-lenggok di catwalk/panggung, melainkan juga memperagakan gerak/lagu yang dapat memperkuat karakteristik sang tokoh yang dibawakan, dan dapat bercerita tentang tokoh tersebut. Lomba-lomba yang diselenggarakan ini bertujuan mewadahi semangat kreatif dan melatih anak berjuang dalam mencapai cita-citanya.
Selain lomba untuk anak-anak dan remaja, penyelenggara juga akan memberikan penghargaan kepada peserta stand pameran/bazaar terbaik, serta partisipan seni dan partisipan komunitas terbaik pada akhir acara.
Keseluruhan acara Festival Passer Baroe dikemas dengan memadukan unsur pelestarian dan pengembangan budaya, pendidikan serta hiburan yang akan sangat bermanfaat bagi pengunjung yang hadir. Selama dua hari, Passer Baroe akan diramaikan oleh pertunjukan musik dan tarian, tenda bazaar, pameran produk kreatif komunitas, dan area khusus bertema Batik Betawi. Koridor utama Passer Baroe dan toko-tokonya akan berhias diri dan menggelar diskon besar-besaran (partisipasi dalam Jakarta Great Sale).
Penyelenggaraan Festival Passer Baroe secara rutin seperti ini diharapkan dapat menjadi ajang community gathering yang mempererat harmonisasi pelaku usaha, pelaku seni, pemerintah setempat dan masyarakat umum+wisatawan di lingkungan Passer Baroe dan Jakarta pada umumnya, dalam satu semangat kebhinekaan yang sportif, sama-sama menguntungkan, sama-sama senang, tetap toleran dalam memelihara kearifan lokal (adat budaya) masyarakatnya yang beragam.
JALAN-JALAN KE FESTIVAL MONAS, YUK!
Sebagai ajang mempromosikan kebudayaan dan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Monas ke-50, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Monas 2011 di Lapangan Futsal Monas dari tanggal 16-18 September.
“Ajang ini merupakan suatu wadah dalam mempromosikan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-50 Monas,”
Terdapat stan pameran museum, parade band dari berbagai kelompok dan atraksi permainan tradisional anak Betawi. Selain itu, acara yang telah digelar ketiga kalinya ini juga ada 11 stan yang berisi promosi budaya dari luar Jakarta seperti Bekasi, Pontianak, Garut, Bandung, dan Surabaya.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Sudin Kebudayaan Jakarta Pusat, Rusli Agus, mengatakan Festival Monas tahun ini juga diikuti oleh Komunitas Korea dan atraksi permainan tradisional anak juga merupakan sesuatu yang baru dari Festival Monas ini.
Dalam acara ini setidaknya ada 25 stand pameran, parade band dari berbagai kelompok hingga permainan. Menurut Rusli biasanya pengunjung Monas pada malam Minggu lebih banyak daripada hari biasa.
“Ini dimaksudkan juga agar dapat menjadi hiburan bagi masyarakat Jakarta yang kerap datang ke Monas pada malam Minggu,” ujar Rusli.
Meski acara sudah dimulai pagi tadi, Jumat (16/9) sekitar pukul 09:00 WIB, namun acara ini baru akan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo, Sabtu (17/9) sekitar pukul 19:00 WIB.
FESTIVAL PASSER BAROE MERIAHKAN HUT JAKARTA KE - 486
Berbagai kegiatan digelar menyambut peringatan HUT ke-486 Kota Jakarta.
Di Jakarta Pusat, kegiatan bakal menarik minat pengunjung, Festival Passer Baroe, 14-16 Juni 2013.
Menampilkan berbagai kesenian maupun kuliner khas Betawi serta bazar murah.
Festival Passer Baroe akan diikuti 30 stand mulai dari Jl Antara hingga kawasan Pasar Baru.
Mengapresiasi seni buda Betawi dan kewirausahaan. Juga mempromosikan kawasan Pasar Baru, pusat perbelanjaan legendaris.
“Festival untuk meningkatkan popularitas kawasan Pasar Baru sebagai kawasan wisata budaya dan belanja legendaris di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat,” ujar Salma Talalu, Kasie Peran Serta Masyarakat Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013).
Rabu, 04 September 2013
FESTIVAL NASYID 2013 SE DKI JAKARTA
Tahun 2013 ini, kembali ANN DKI JAKARTA kembali berkerjasama dengan Suku Dinas Pariwisata Jakarta Selatan, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Utara, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Barat, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI JAKARTA Menyelenggarakan : Festival Nasyid 2013 se DKI JAKARTA (Dalam Rangkaian Kegiatan Festival Nasyid, Marawis dan Qosidah).
Jika teman-teman yang sudah mempunyai group nasyid beranggotakan 4-7 orang dengan rentang usia 15-30 tahun dan berdomisili/punya basecamp/sanggar atau mewakili Sekolah/Pesantren/Kampus di Wilayah DKI Jakartaberada di DKI Jakarta ingin mengikuti kegiatan ini, syaratnya gampang banget kok, cukup isi form pendaftaran dan kirim ke panitia di masing-masing wilayah.
Personel grup bisa terdiri terdiri dari Pria, Wanita atau Kolaborasi dengan membawakan lagu pilihan :
1. Kami Harus Kembali (Izzis)
2. Nasehat Taqwa (Hawari)
3. ABG (JV)
4. Muhasabah Cinta (Edcustic)
PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN LOMBA :
Wilayah Jakarta Selatan
Tgl Pelaksanaan : 6-8 Mei 2013
Tempat : Aula Buya Hamka Masjid Al-Azhar Kebayoran
CP. Bandar (085313384605)
Wilayah Jakarta Barat
Tgl Pelaksanaan : 15-16 Mei 2013
Tempat : Balai Latihan Kesenian (BLK) Cengkareng
CP. Setya (082110252136)
Wilayah Jakarta Pusat
Tgl Pelaksanaan : 18-19 Mei 2013
Tempat : Aula Walikota Jak-Pus
CP. Rizqi (081282002869)
Wilayah Jakarta Timur :
Tgl Pelaksanaan 28-29 Mei 2013
Tempat : Gedung Wanita BKOW Duren Sawit
CP. Arif (085814743933)
Wilayah Jakarta Utara
Tgl Pelaksanaan : 4 Juni 2013
Tempat : Jakarta Islamic Centre (JIC) Plumpang
CP. Fahri (085691746094)
—PENDAFTARAN GRATIS —
Dewan Juri :
Guru Besar/Dosen Musik UNJ/IKJ, Pers, ANN DKI Jakarta, Musisi Nasyid Jakarta dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta
Rebut Hadiah Pembinaan Rp.±20Juta u/ seleksi Msg2 Kotamadya dan Rp. ±50Juta u/ tk Final Provinsi.
Info selengkapnya cek FB : Ann Dki Jakarta. @ann_dkijkt. Atau hub Call Centre Ann Dki Jakarta di 02144706744 (Call Only)
FESTIVAL TEATER JAKARTA 2011 KEMBALI DIGELAR
Sebanyak 14 grup teater terbaik dari lima wilayah Jakarta akan unjuk kebolehan dalam Festival Teater Jakarta 2011. Acara yang merupakan final dari seleksi di tingkat wilayah ini akan menyuguhkan hasil pergulatan dan pencapaian artistik masyarakat teater ibukota. Ajang kompetisi para teaterawan Jakarta ini terselenggara sejak 1973, dan masih bertahan sampai hari ini.
Tahun ini FTJ yang akan dilaksanakan untuk ke-39 kalinya mengambil tema “Membaca Aku, Membaca Laku” sebagai platform pembentukan potensi teaterawan ibukota. Festival teater yang diprakarsai Wahyu Sihombing, didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta dan Gubernur Jakarta Ali Sadikin, akan dikemas dengan sejumlah mata acara lain. Festival Teater Jakarta 2011 akan dilaksanakan mulai tanggal 29 November sampai dengan 14 Desember 2011 di beberapa tempat pertunjukan yang ada di Jakarta.
Dalam perkembangannya FTJ telah menjadi barometer pemetaan perkembangan teater di kota Jakarta. Peserta FTJ adalah kelompok-kelompok teater yang terorganisasi dalam 5 (lima) asosiasi perteateran wilayah kota administrasi se-DKI Jakarta. Asosiasi ini berkoordinasi erat dengan Suku Dinas Kebudayaan di lima wilayah Jakarta. Tidak saja berkordinasi dalam pelaksanaan FTJ di wilayah (babak penyisihan), tetapi juga dalam kegiatan perteateran sepanjang tahunnya.
Adapun mata acara pendukung FTJ 2011 adalah Pasar Drama, Warung Kepulauan Seribu, Diskusi Tematik, Peluncuran Buku, Pemutaran Dokumentasi Video Teater dan penerbitan majalah teater.
Diskusi tematik yang akan dilangsungkan adalah:
1. “Perkembangan Pengaruh Seni Rupa dalam Artistik Panggung Seni Pertunjukan Kini”, dengan pembicara utama Teguh Ostenrik dan pembicara lainnya Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung (Grup Terbaik Indonesia versi Majalah Tempo), Titarubi (Seniwati dari Yogyakarta) dan Jompet (Penata Artistik dari Teater Garasi Jogjakarta)
2. “Perkembangan Lanskap Seni Pertunjukan di Jakarta dan Pengaruhnya pada Kehidupan Teater Indonesia”, dengan pembicara seperti Goenawan Mohamad, Arie Budiman, dan Riri Riza.
3. Manajemen Teater Komunitas dengan pembicara seperti RM Sandyawan Sumardi dari Ciliwung Merdeka, Arief Yudhi dari Jatiwangi Art Factory-Bandung, Wahyu Susilo dari Sanggar Akar, Iman Soleh dari Komunitas CCL-Bandung.
4. “Manajemen Seni Pertunjukan”, dengan pembicara seperti Mira Lesmana dari Miles Production, Ratna Riantiarno dari Teater Koma, Faiza Marzoeki dari Institut Ungu.
Sementara peluncuran buku dan diskusi dengan acara sebagai berikut :
1. Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal karya Fandy Hutari (Penerbit Insist Press) dengan pembicara Jakob Sumardjo, Budayawan berdomisili di Bandung, dan Bisri Effendi, Antropolog LIPI.
2. Kitab Teater karya Nano Riantiarno (Penerbit Grasindo) dengan pembicara Niniek L. Karim dan Didi Petet
Dewan Juri yang akan menilai penampilan 14 kelompok FTJ 2011 adalah Putu Wijaya, N. Riantiarno, Benny Johanes, Dindon WS dan Afrizal Malna. Dewan juri akan memilih kelompok yang berhak atas 11 penghargaan meliputi Grup Terbaik I, II dan III, Sutradara Terbaik, Tata Artistik Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik, Aktor dan Aktris Pembantu Terbaik, Tata Musik Terbaik dan Naskah Drama Asli Terbaik.
Pembukaan FTJ 2011 akan diselenggarakan pada tanggal 29 November 2011 bertempat di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki dengan menampilkan kelompok Wayang Kampung Sebelah. Sedangkan penutupan akan dilaksanakan pada 14 Desember 2011 di Gedung Kesenian Jakarta dengan menampilkan sandiwara Pettapuang. Pada setiap harinya akan dilaksanakan satu pertunjukan peserta FTJ dan beberapa acara pendukung. Adapun tempat pertunjukkan yang akan digunakan selama FTJ berlangsung adalah:
1. Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk acara pembukaan FTJ 2011
2. Salihara, Jl. Salihara No 16 Jakarta Selatan
3. Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jl Kabel Pendek Cempaka Putih Jakarta Pusat
4. Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta
5. Gelanggang Remaja Jakarta Barat, Jl Dr Semeru Raya No 1 Grogol Jakarta Barat
6. Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, Jl Bulungan Raya No. 1 Jakarta Selatan
7. Lapangan Student Centre Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jl Ir. H. Juanda No 95 Ciputat
8. Gedung Kesenian Jakarta, Jl Gedung Kesenian No 1 Jakarta Pusat yang akan digunakan untuk acara penutupan sekaligus pengumuman pemenang FTJ 2011
JADWAL PENTAS FESTIVAL TEATER JAKARTA 2011
1. Rabu, 30/11/2011 | Stage Corner Community "Techno Ken Dedes" | Dadang Badoet Salihara
Pkl. 19.30 WIB Dadang Badoet Jl. Pasar Minggu No. 16 Jakarta Selatan
2. Kamis, 01/12/2011 | Teater Sketsa "Malam Jahanam" | Ujang GB Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Motinggo Boesje Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
3. Jum'at, 02/12/2011 | Teater Merah Maroon "Gubenur Nyentrik" | Tmr Joule Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Agustian T Syam Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
4. Sabtu, 03/12/2011 Teater Anam "Roman" Herman A Rasyid Teater Luwes IKJ
Pkl. 19.30 WIB Herman A Rasyid Jl. Cikini Raya No.73, Jakarta Pusat
5. Minggu, 04/12/2011 Teater Popcorn "Bongkar" Diding 'B' Zeta Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Diding 'B' Zeta Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
6. Senin, 05/12/2011 Teater Mode "Kereta Kencana" Erent Mode Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Eugine Eunisco Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
7. Selasa, 06/12/2011 Teater Pangkeng “Bek" Yamin Azhari Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Yamin Azhari Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
8. Rabu, 07/12/2011 Teater Fitrah "Telah Pergi Ia, Telah Kembali Ia" Jumala Miss Tjijih
Pkl. 19.30 WIB Arifin C. Noor Jl. Kabel Pendek, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
9. Kamis, 08/12/2011 Study Teater 24 "Hah" Rizal Nasti Gelanggang Jakarta Barat
Pkl. 19.30 WIB Putu Wijaya Jl. Dr. Nurdin IV, No. 1, Grogol, Jakarta Barat
10. Jumat, 09/12/2011 Teater Ghanta "Pesta Sampah" Yustiansyah Lesmana Salihara
Pkl. 19.30 WIB Yustiansyah Lesmana Jl. Pasar Minggu No. 16, Jakarta Selatan
11. Sabtu, 10/12/2011 Teater El Nama "Kapai-Kapai" Echo Chotib Lapangan SC UIN
Pkl. 19.30 WIB Arifin C. Noor Jl. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
12. Minggu, 11/12/2011 Teater Nonton "Te(n)tangga(ng)" Diky Soemarno Gelanggang Jakarta Selatan
Pkl. 19.30 WIB Diky Soemarno Jl. Bulungan, Jakarta Selatan
13. Senin, 12/12/2011 Teater Indonesia "Jerit Tangis di Malam Buta" Budi Ketjil Gedung Kesenian Jakarta
Pkl. 19.30 WIB Rolf Laughner Jl. Gedung Kesenian No. 1, Jakarta Pusat
14. Selasa, 13/12/2011 Teater Amoeba "Tikus dan Manusia" Joind Bayuwinanda Gedung Kesenian Jakarta
Pkl. 19.30 WIB John Steinbeck Jl. Gedung Kesenian No. 1, Jakarta Pusat
Festival Teater Jakarta 2011 terselenggara atas kerjasama Komite Teater-Dewan Kesenian Jakarta, asosiasi-asosiasi teater di Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Suku Dinas Kebudayaan di lima wilayah DKI Jakarta, juga didukung oleh Djarum Bakti Budaya. Acara ini terbuka untuk umum.
MENGENAL BUDAYA BETAWI DI SETU BABAKAN
Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke- 484, sungguh sangat meriah. Dirayakan di setiap sudut kota Jakarta. Budaya Betawi sangat kental di bulan Juni ini. Mulai sibuknya pengusaha ondel-ondel, hingga pedagang makanan khas Betawi, kerak telor. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan HUT Jakarta dari jauh-jauh hari.
Pengurus Lembaga Pengelola Kesenian Betawi, dr. H. Sibroh Malisi mengatakan, semakin tua usia kota Jakarta, semakin unik pula kotanya. Mulai dari jumlah penduduk yang semakin meningkat, masalah krusial yang kerap mendatangi kota Jakarta, seperti macet, tawuran antar pelajar, banjir, dan masalah-masalah lainnya. Meski begitu, banyak juga penduduk kota lain yang datang ke Jakarta. Dengan kata lain Jakarta mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat penduduk kota lain untuk berpindah ke kota yang krusial akan masalah ini.
Di Kampung Betawi atau lebih sering didengar Setu Babakan, juga tak ketinggalan merayakan hari jadi Jakarta. Biasanya, di sini mengadakan acara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, gratis untuk pengunjung. Khusus untuk HUT Jakarta, malam sebelumya (21/6), di Setu Babakan mengadakan acara syukuran, berdoa , serta kegiatan yang lain untuk masyarakat Jakarta, para pemimpin terdahulu.
Tema HUT Jakarta kali ini adalah Lingkungan Hidup dan Kepedulian Masyrakat. Acara digelar dari pagi hari hingga sore. Di Setu Babakan menggelar musik khas Betawi, semacam marawis. Selain itu ada lomba Seni Lukis Betawi atau Kaligrafi. Dan terakhir ada pertunjukan lenong dari beberapa sanggar yang sudah dikoordinir untuk tampil.
Antusiasme masyarakat sendiri yang datang ke sini semakin banyak setiap harinya. Bahkan ada Program Pemerintah Daerah Wajib Kunjung. Untuk tingkat TK, SD, SMP, SMA. Bahkan dari beberapa negara, adanya korelasi untuk bersosialisasi atau mengenal budaya. Setu Babakan akan menyediakan tempat untuk kerajinan tangan, seperti pembuatan ondel-ondel. Selain itu, juga kita bisa belajar membuat kerak telor, bir pletok, dan khas Betawi lainnya.
Tidak hanya masyarakat yang bertanggung jawab untuk melestarikan budaya Betawi, tetapi juga Gubernur, sesuai dengan UUD 1945 No. 29 Tahun 2007 Pasal 26 Ayat 6 “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat Betawi serta melindungi berbagai budaya masyarakat daerah lain yang ada di daerah Provinsi DKI Jakarta.”
dr.Sibroh mengatakan, harapan ke depan untuk Jakarta adalah pertama, kesenian Betawi dan pelaku seni Betawi tidak hanya hidup di bulan Juni saja. Kedua, PemDa dan Pemerintah Pusat seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebudayaan Betawi. Karena tidak hanya di bulan Juni saja berpendapatan tinggi. Ada beberapa kegiatan di Jakarta yang bisa mengundang pendatang dari luar dengan cara memanggil pemusik, pelaku seni, maupun permainan yang menghibur. Itu juga bisa menambah nilai ekonomi mereka.
Menurutnya, Budaya Betawi bisa berjalan bila ada 4 unsur, yaitu Pemerintah, LSM, Pengembang, dan Sarana. “Jika semua ada namun sarana tidak ada, maka tidak akan bisa berjalan.” tutupnya.
APRESIASI SENI DAN BUDAYA BETAWI OLEH SUDIN KEBUDAYAAN & PARIWISATA
Sekitar 300 pelajar SLTP (Sekolah lanjut Tingkat Pertama) baik SLTP Negeri atau pun Swasta hadir dalam acara Apresiasi Seni dan Budaya Betawi Bagi Pelajar tahun 2013, yang berlangsung pada Selasa, 14 Mei 2013 di Sanggar Anak Akar. Sanggar yang beralamat di Jln. Inspeksi Saluran Jatiluhur Kel. Cipinang Melayu kota Jakarta Timur ini merupakan salah satu komunitas yang dinilai berhasil mengumpulkan dan melatih anak-anak dari kalangan ekonomi menengah kebawah untuk memiliki kemampuan berkesenian.
Dalam acara yang di gelar oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, sanggar ini pun ikut seta menampilkan tarian khas Betawi “Lenggang Nyai” serta tarian lainnya. Acara ini merupakan pertunjukkan seni dari kampung ke kampung yang gagasi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang biasa di sebut “Jokowi”
Dalam acara ini, Arie Budhiman yang merupakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pun turut hadir dalam acara ini. Ia menuturkan bahwa “acara seperti ini merupakan Kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta (Jokowi) untuk mengaktivitasi para pelaku seni, khususnya Seni Tradisonal Betawi yang merupakan Kesenian asli Ibukota Indonesia”.
Tak hanya itu, dalam sambutan Arie Budhiman pun Beliau mengungkapakan bahwa ”Kampung seperti ini punya memiliki pelaku seni dan budaya yang memiliki potensi, sehingga kami beri memberikan dorongan agar menjadi oase budaya, kota ini perlu penyejuk, untuk itu kita mencoba memperkenalkan Budaya Betawi ini ke generasi muda, bagaimana mereka bisa ikut berparitisipasi aktif dalam kesenian dan budaya”.
Dengan adanya acara , diharapkan anak penurus bangsa kita bisa mengenal lebih jauh tentang Budaya dan Seni Tradisional Indonesia. Selain itu pun beliau (Arie Budhiman) berharap sanggar seperti Sanggar Anak Akar pun bisa terus berkembang dan tidak vakum untuk tetap melestarikan Seni Tradisonal Betawi, baik itu Gambang Kromong, Tari Betawi, Lenong, Cokek ataupun kesenian lainnya. Ia pun berharap pula agar para pelaku seni dapat terus eksis iku melestarikan Kesenian Tradisional Betawi.
Langganan:
Komentar (Atom)






